Tugas Berat Kapolri Baru Pengganti Jenderal Idham Azis

VIVA – Isu pencalonan pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis masih dihembuskan. Padahal, Jenderal Idham baru hadir masa pensiun akhir bulan Januari 2021. Namun, sejumlah nama perwira tinggi (Pati) Polri terutama berpangkat jenderal bintang tiga dimunculkan untuk
menggantikan Jenderal Idham sebagai Tribrata 1 (TB1).

Menanggapi isu pencalonan bursa Kapolri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia belum sampai saat tersebut belum memberikan pertimbangan apapun pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetap, Kompolnas punya peran juga memberikan pertimbangan untuk pencalonan Kapolri itu.

“Belum, mohon setia ya. Pak Idham kan terakhir pensiun 1 Februari 2021, ” kata Komisioner Kompolnas RI, Poengky Indarti kepada VIVA pada Sabtu, 28 November 2020.

Menurut dia, kriteria calon Kapolri sesuai Pasal 11 Bagian (6) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yaitu hero tinggi Polri yang masih rajin dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier. Maksudnya, jenjang kepangkatan adalah asas senioritas dalam
arti penyandang pangkat tertinggi di bawah Kapolri.

“Sedangkan, yang dimaksud dengan jenjang karier ialah piawai penugasan dari perwira tinggi bahan Kapolri pada berbagai bidang profesi Kepolisian atau berbagai macam posisi di Kepolisian, ”
ujarnya.

Oleh karena itu, Poengky mengatakan Kompolnas ketika menyampaikan pertimbangan kepada Presiden Jokowi akan berpedoman pada Pasal 11 Bagian (6) Undang Nomor 2 Tahun 2002 tersebut.

“Kompolnas akan melihat keterangan track record , integritas dan prestasi calon-calon Kapolri, serta akan memberikan pertimbangan pada Presiden untuk calon-calon yang track record , perilaku dan
prestasinya terbaik, ” jelas dia.

Bakal tetapi, kata Poengky, Kompolnas tak memberikan nama-nama calon Kapolri kepada Jenderal Idham tapi langsung kepada Presiden Jokowi. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 38 Ayat (1) huruf b UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian jo Pasal 4 huruf b Perpres Nomor 17
tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional.

“Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan & pemberhentian Kapolri, ” katanya.

Tantangan calon Kapolri segar

Poengky mencatat ada sejumlah tantangan dengan harus dihadapi oleh calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis ke depan, yakni mampu mengatasi dampak COVID-19 yang mempengaruhi lesunya ekonomi. Karena menurut dia, hal itu menyangkut tugas Polri dalam melahirkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum melalui pelayanan, pengayoman, perlindungan
masyarakat serta penegakan hukum.

“Lesunya ekonomi telah meningkatkan angka kejahatan, antara lain kebiadaban konvensional, kejahatan ekonomi, kejahatan transnasional termasuk narkoba, kejahatan siber, pidana terorisme, kejahatan kelompok kriminal bersenjata, dan sebagainya, ” kata Poengky.

Selain itu, Poengky mengatakan kesejahteraan anggota serta penambahan profesionalitas melalui peningkatan gaji berkala dan tunjangan kinerja, peningkatan status sumber daya manusia (SDM), perkakas prasarana dan anggaran, serta peningkatan modernisasi informasi
teknologi (IT) supaya dapat melayani masyarakat secara cepat.

Kemudian, introduksi dia, Kapolri baru diharapkan menindaklanjuti program para Kapolri pendahulunya buat meningkatkan profesionalitas, modernitas di Polri, dan meraih kepercayaan masyarakat dengan lebih tinggi.

“Kapolri baru diharapkan dapat menguatkan soliditas internal dan menguatkan sinergi secara TNI. Ada event-event penting dalam tahun 2021, misalnya PON di Papua, yang harus dapat dipelihara pelaksanaannya agar aman, lancar serta sukses, ” tandasnya.