Trump Tarik Separuh Pasukan di Afghanistan Bisa Picu Terorisme Baru

VIVA – Pemerintah GANDAR di bawah Presiden Donald Trump berencana mengurangi separuh jumlah tentara militer Amerika Serikat di Afghanistan, sebelum Joe Biden mengambil alih kursi kepresidenan pada Januari 2021 mendatang.

Pengurangan pasukan yang dimaksud, yakni dari 4. 500 yang ada saat tersebut akan disisakan 2. 500 gerombolan. Sementara jumlah pasukan di Irak akan berkurang dari 3. 000 menjadi 2. 500 orang.

Baca juga: Menlu Bahrain Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Israel

Para kritikus menilai, penarikan pasukan ini akan semakin mengguncang kesepakatan damai dengan Taliban. Beserta mendorong para pemberontak untuk semakin mengambil alih kekuasaan dan menyandarkan moral pemerintah Afghanistan.

“Konsekuensi dari keluarnya Amerika secra dini, kemungkinan akan lebih buruk dari pada penarikan pasukan tentara dari Irak pada era Obama di tahun 2011 lalu dengan memicu kebangkitan ISIS dan fragmen baru terorisme global, ” perkataan Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, Mith McConnell, seperti dilansir The Guardian .

Namun, beberapa analisis mengutarakan, tidak jelas apakah perintah itu akan dilaksanakan secepat yang diinginkan Trump, untuk mengamankan warisannya pada mengakhiri ‘perang tanpa akhir’. (ren)