Starship, Wahana Antariksa Elon Musk yang Bisa Angkut 100 Orang

Elon Musk tengah memajukan kendaraan yang dapat mengubah perjalanan luar angkasa selamanya. Starship, itulah namanya, mau menjadi sistem transportasi yang sepenuhnya bisa digunakan balik dan mampu mengangkut hingga 100 orang ke Mars, yang berjuluk planet merah.

Etos perusahaan penerbangan luar angkasa swasta SpaceX milik Elon Musk adalah membangun kehidupan pada planet lain. Ini sebagian dimotivasi oleh ancaman eksistensial seperti tabrakan asteroid yang cukup besar untuk memusnahkan umat manusia. Membangun kawasan di planet lain bakal memastikan umat manusia tak punah.

Musk sering berbicara tentang mimpinya membangun kota di Mars. Dia percaya bahwa kawasan di planet lain memerlukan banyak orang untuk bisa berdiri sendiri.

Demi mewujudkan mimpi ini, dibutuhkan kendaraan yang sesuai. Starship merupakan kombinasi roket dan pesawat ruang angkasa yang dapat mengangkut lebih dari 100 orang sekaligus ke Mars.

Sistem tersebut dirancang untuk dapat digunakan kembali sepenuhnya, yang bermanfaat bagian-bagian utamanya tidak dibuang di laut atau dibiarkan terbakar, seperti yang berlaku pada beberapa sistem peluncuran lainnya, namun dikembalikan daripada luar angkasa. Mereka kemudian dapat dipugar dan diterbangkan lagi, sehingga lebih pendirian biaya.

Sketsa umum Starship

Saat peluncuran, pesawat bagian angkasa yang disebut Starship, akan duduk di pada roket bernama Super Heavy.

Sistem gabungan memiliki tinggi 120 meter dan selalu disebut sebagai Starship.

Lihat Juga

BBC

Metana menjadi bahan bakarnya dan oksigen berfungsi sebagai pengoksidasi – bahan kimia dengan membuat bahan bakar melalak. Kombinasi itu disebut methalox.

Pilihan pelajaran bakar ini tidak biasa untuk mesin roket, akan tetapi metana dapat menghasilkan banyak daya dorong. Selain itu, Musk mengatakan CH4 dapat disintesis dari air dalam bawah permukaan Mars & dari karbon dioksida (CO2) di atmosfer, menggunakan proses kimia yang dikenal jadi reaksi Sabatier. Pengisian kembali bahan bakar Starship untuk perjalanan pulang ke Bumi dengan menggunakan sumber daya Mars akan membuat kunjungan jadi lebih praktis & hemat biaya.

Di bagian depan udara ruang angkasa – yang kadang-kadang disebut sebagai level atas – terdapat kompartemen muatan besar yang mampu mengangkut kargo besar ataupun manusia ke tujuan pada luar angkasa.

Roket peluncurnya, Super Heavy, lebih kuat daripada peluncur Saturn V yang digunakan untuk misi Apollo Moon pada 1960-an dan 70-an.