SMRC: 84, 3 Persen Umum Ingin Presiden Dipilih Anak buah, Bukan MPR

VIVA – Hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan bahwa 84, 3 persen publik mau pemilihan presiden tetap dikerjakan secara langsung oleh kaum, bukan oleh MPR.

“Hanya 8, 4 persen warga yang akur presiden tidak dipilih langsung oleh rakyat, tapi dipilih oleh MPR, ” sirih Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, pada peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD” secara daring, di Jakarta, Minggu.

Menurut Ade, temuan ini bisa dilihat jadi respons terhadap adanya rencana sebagian pihak untuk membatalkan pasal-pasal tentang pola pemilihan presiden oleh parlemen dengan dikenal sebelum amandemen UUD 1945 di masa introduksi reformasi.

“Saat ini ada kelompok-kelompok yang, dengan beraneka macam alasan, mengangkat gagasan tentang perlunya pemilihan presiden dikerjakan cukup oleh MPR minus harus melalui pemilihan tepat oleh rakyat, ” perkataan Ade.

Survei SMRC itu menunjukkan kebanyakan rakyat tidak mendukung pendirian pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Sistem Baru.