Reklamasi Perluasan Ancol Ala Anies Ternyata Belum Ada Kajian Amdal

VIVA – Reklamasi pengembangan kawasan Ancol Jakarta ternyata belum memiliki kajian analisis dampak lingkungan atau amdal. Hal ini diakui Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali saat rapat dengan Jawatan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

“Tahapan-tahapan berikutnya kita bakal kajian-kajian, kajian Amdal. Kajian amdal belum karena amanah dari diktum SK (Surat Keputusan) Gubernur DKI itu harus melakukan kajian, ” kata Teuku Sahir.

Teuku menjelaskan, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta merupakan tempat tamasya. Maka itu, Badan Usaha Hak Daerah (BUMD) diarahkan membuat konsep terkait pengembangan Ancol ke depannya seperti apa.

“Bahwa kalau kita mau buat Ocean Fantasy, kemudian perluasan lainnya ya kita selalu ada konsep, kita bisa membuat konsep yang berapapun yang kita sampaikan, ” jelasnya.

Baca Juga: Alasan Pemprov DKI Keluarkan Izin Perluasan Kawasan Semenanjung

Dia memasukkan sudah ada konsep yang disiapkan. Namun, memang perlu pengkajian dibanding sisi bisnis atau lainnya.

Kemudian, dia menekankan terkait konsep rekreasi Theme Park atau taman rekreasi, pihak Ancol mampu untuk pengerjaanya. Maka itu, belum ada kerja serupa dengan pihak lain. “Pengembangannya kita sendiri, ” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 mengenai Izin Pelaksanaan Perluasan kawasan tamasya Dunia Fantasi (Dufan) dan Semenanjung seluas 155 hektar.

Rinciannya, perluasan kawasan Dufan seluas 35 hektar. Sementara, perluasan zona rekreasi Ancol seluas 120 hektar. Izin reklamasi ini terbit bohlam tanggal 24 Februari 2020.

Izin pelaksanaan yang diberikan, salah satunya digunakan untuk pengurusan hak pengelolaan (HPL) dari tanah yang sudah ada di Ancol Timur.

“Selama kira-kira tahun ini memang sudah ada kurang lebih 20 hektar tanah timbul yang ada di Ancol Timur, dihasilkan dari lumpur hasil pengerukan sungai-sungai di Jakarta, ” kata Carik Daerah Pemprov DKI, Saefullah.