Puluhan Miliar Duit Negara untuk Influencer, BPK Didesak Segera Audit

VIVA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) agar melakukan audit uang negara yang dikucurkan untuk influencer hingga puluhan miliar rupiah.

Tenaga Ahli Sempurna Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian sebelumnya berdalih anggaran negara sekitar Rp90, 45 miliar dengan digelontorkan pemerintah untuk influencer itu ialah anggaran kehumasan.

Dengan begitu, Jansen merasa yakin dan membuktikan kalau buzzer itu memang tersedia. BPK dinilai berwenang dan harus serius untuk mengaudit uang negara terkait hal influencer itu.

Karena pakai uang negara baiknya @bpkri audit serius soal ini. Supaya tidak jadi gosip, jelas penerima dan penggunaannya, ” introduksi Jansen dikutip dari Twitter di dalam Jumat, 21 Agustus 2020.

Baca juga: Taksiran Influencer Rp90 MIliar, Istana: Barang apa Salahnya?

Menurut Jansen, makna buzzer ini saat ini bukan promosi kinerja pemerintah akan tetapi menyerang dan mem- bully orang-orang kritis di media sosial. Di instagram, tinggi dia, sering ada tulisan unggahan tersebut dipromosikan.

Jadi netizen tahu dia nge-endorse. Yang ketetesan order buzzer/influencer harusnya nulis: materi ini berbayar bukan pendapat pribadi & lain-lain. Biar terbuka dan publik tahu. Karena uang rakyat! Di luar nanti tetap diaudit karena itu keharusan , ” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gaya Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian menyebut angka itu ialah anggaran kehumasan. Menurut dia, kehumasan itu banyak slotnya atau alokasinya.

“Misalnya, untuk propaganda layanan masyarakat, untuk memasang iklan di media cetak, audio visual, sosialisasi, bikin buku atau barang apa, ” kata Donny.

Namun, Donny berdalih tidak semua anggaran tersebut ditujukan untuk influencer . Sebab, telah ada rencana anggaran yang dibuat, lengkap dengan penggunaannya.

“Itu (anggaran) kan enggak seluruh influencer . Kalau Rp90 miliar untuk influencer itu harus dilihat dari dalamnya. Enggak jadi diberikan kepada influencer . Influencer itu berapa, ” ujarnya.