Polri: Kelompok MIT Ali Kalora Terkurung karena Kehabisan Makanan

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengungkapkan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora kehabisan mesiu dan bahan pangan, makanya mereka bergerak turun meminta makanan kepada kelompok dengan cara kekerasan.

“Istilah kami itu mereka sudah terdesak karena kehabisan bekal, ” kata Awi di Mabes Polri pada Rabu, 2 Desember 2020.

Menurut dia, Awak Satgas Tinombala yang terdiri daripada TNI dan Polri masih menyelenggarakan pengejaran terhadap para pelaku pada dalam hutan. Sementara, mereka keluar dari hutan untuk bertahan hidup dengan meminta makanan ke desa.

Dia mengatakan, selama ini berdasarkan hasil penyelidikan, masyarakat yang memberikan makanan tidak dianiaya oleh kelompok Ali Kalora. Namun, karena ada sambutan dan tidak diberi makanan jadi mereka melakukan kekerasan.

Baca juga: Pembuat Video Viral Azan Hayya Alal Jihad Minta Maaf

“Yang terjadi dia meneror masyarakat meminta makan, dan akhirnya mencuri atau merampok dengan kekerasan, termasuk melakukan penganiayaan serta pembunuhan. Ujung-ujungnya mengambil beras, itu dilakukan naik turun gunung tersebut, ” ujar Awi Setiyono.

Tentunya, Awi mengatakan, hal ini menjadi evaluasi Satgas Tinombala dan Densus 88 Antiteror Polri, Polda Sulawesi Tengah dan TNI dengan ada di sana untuk mengambil langkah-langkah dalam melakukan pengejaran.

“Saya pikir kita serahkan saja pada tim yang telah berjalan di sana. Kami serupa sudah didukung dengan kemampuan & sarana prasarana yang memadai. Hendaknya persoalan geografis ini segera mampu kita atasi, ” katanya.

Diketahui, satu keluarga dalam Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Suluh, Palu, Sulawesi Tengah, dibunuh dalam Jumat, 27 November 2020. Diduga, pelakunya ada delapan orang daripada kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

Dalam peristiwa itu, tujuh rumah masyarakat dibakar, dimana empat terbakar habis serta tiga terbakar di bagian dapur. Lengah satu rumah adalah pos pelayanan atau rumah yang dijadikan jadi tempat ibadah oleh warga. Akibatnya, sebanyak 49 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan kepada Satgas Operasi Tinombala untuk menembak mati kelompok MIT pimpinan Ali Kalora bila memberikan perlawanan ketika hendak ditangkap petugas.

“Saya sudah bilang ke anggota, tindak tegas mereka. Jika ketemu lulus mereka melawan, tembak mati saja, ” kata Idham.