Pembaruan Layanan Maskapai Penerbangan di Era Pandemi

Pada awal tarikh 2020 virus yang tidak dikenal yang saat ini kita tutur covid-19 atau corona virus melanda sejumlah negara. Virus tersebut menyebarluas ke berbagai negara dan beberapa negara menggunakan sistem lockdown biar pemerintah di negara tersebut mampu mengurangi bahkan menghilangkan corona virus dari negaranya. Di awal 2021 ini sebagian negara masih bertahan untuk mengurangi bahkan menghilangkan virus tersebut dari negaranya. Dampak virus tersebut dirasakan oleh hampir pada setiap negara dan dalam berbagai industri. Maskapai penerbangan adalah salah mulia perusahaan atau industri yang paling dirugikan. Karena adanya virus itu masyarakat khawatir jika berpergian menggunakan transportasi umum, salah satunya yaitu, pada industri penerbangan atau motor. Dan juga karena di berlakukannya lockdown di Indonesia yang membuat masyarakat harus berada dirumah masing-masing saat corona virus memasuki wilayah nusantara atau Indonesia ini.

Virus ini membuat maskapai penerbangan mengganti strategi besar-besaran. Strategi yang mereka gunakan setelah adanya virus ini berbeda dengan strategi yang itu gunakan sebelumnya. Berdasarkan artikel dengan saya baca, sebelum corona virus menyerang maskapai penerbangan lebih menumpukkan strategi mereka kepada layanan dengan dapat memuaskan penumpang atau kelompok yang menggunakan jasa penerbangan itu akan tetapi setelah corona virus menyerang mereka lebih memfokuskan muslihat mereka yakni untuk mengoptimalkan servis kargo dengan mengoptimalkan proyek pemerintah, khususnya yang terkait dengan penanganan COVID 19 melalui pengangkutan bantuan kemanusiaan, APD, obat-obatan, alat kesehatan. Selain layanan kargo untuk negeri, maskapai penerbangan juga mengoptimalkan layanan kargo untuk e-commerce atau online shop yang bertujuan mengantarkan order pelanggan mereka yang berada dalam luar kota, luar pulau, apalagi luar negeri.

Layanan yang maskapai penerbangan berikan masa pandemi lebih memfokuskan kepada pesanan atau request dari penumpang dan jadwal penerbangan yang ada mau dipangkas lebih sedikit dari biasanya karena kebanyakan negara, pulau, atau bahkan kota tertentu membatasi adanya kunjungan dari masyarakat ke negeri, pulau, atau kota tersebut. Berdasarkan artikel yang saya baca, maskapai penerbangan juga memperhatikan layanan inflight. Pihak maskapai berjanji tetap akan melayani penumpang dengan baik. Tapi, dengan realitas baru, layanan bakal terlihat berbeda. Contoh dari layanan yang berbeda yaitu surat informasi, majalah dan literatur di kedudukan belakang juga telah dihapus sebab beberapa maskapai penerbangan dan diganti dengan perpustakaan elektroniknya, yang tersedia melalui aplikasi seluler masing-masing kongsi penerbangan.

Pada pertengahan bulan Juli, dekat semua maskapai penerbangan di Indonesia menurunkan harga tiket hingga setengah harga dari yang biasanya perusahaan tetapkan. Walaupun maskapai penerbangan telah memutuskan untuk menurunkan harga tiket akan tetapi kualitas dalam melayani penumpang tetap seperti biasa & tidak menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan dan tidak melanggar kode etik penerbangan yang sudah ditetapkan sebelum adanya corona virus. Mereka juga mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah misalnya, menjaga jarak saat berada di dalam pesawat. Maskapai penerbangan akur untuk mengosongkan kursi di jarang kedua penumpang di dalam pesawat. Bahkan di bulan Desember ini, beberapa maskapai penerbangan dengan durasi atau waktu terbang yang cukup sedikit memutuskan agar penumpang tidak sajian dan minum di dalam pesawat untuk meminimalisasi penularan virus tersebut. Selain menjaga jarak, beberapa syarat buat menggunakan transportasi udara yakni wajib menggunakan masker dan menunjukkan hasil test bebas covid-19.

Layanan yang dikasih oleh maspakai penerbangan sebelum adanya corona virus dan setelah corona virus menyerang sangat berbeda akan tetapi industri tersebut tetap berusaha melayani penumpang dengan maksimal misalnya, mengusahakan jadwal penerbangan sesuai dengan yang tertera dan tidak mengalami keterlambatan agar tidak mengecewakan pengikut walaupun strategi yang digunakan berbeda dari sebelum adanya corona virus. Dengan demikian, maskapai penerbangan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat dalam memutuskan dan menggunakan transportasi udara & masyarakat akan lebih merasa aman dan nyaman ketika memilih & menggunakan transportasi udara. Maskapai penerbangan akan selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dengan akan berpergian atau memiliki tujuan dengan menggunakan transportasi udara.

Oleh Salsabila Adhisty A. R., Mahasiswa Kalender Studi Manajemen Internasional, FEB, Universitas Jenderal Soedirman