Pelacuran Online di Green Pramuka Terbuka, Korbannya Remaja 13 Tahun

VIVA – Aparat kepolisian Polsek Cempaka Putih berhasil mengaduk-aduk kasus prostitusi online yang membabitkan anak di bawah umur pada Apartemen Grand Pramuka, Jakarta Tengah. Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah pihak kepolisian mendapat laporan sebab seorang korban berinisial AD, berusia 13 tahun.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Induk AKBP Burhanuddin mengatakan, para tersangka yang diamankan sebanyak tiga orang dan lima orang lainnya sedang diburu. Para tersangka membujuk korbannya dengan menjanjikan berbagai macam pekerjaan dan ternyata setelah itu tak ada pekerjaan seperti yang dijanjikan tersebut.

Para tersangka adalah SDQ (23) merupakan laki-laki, yang berperan menjemput, menyediakan tempat, melakukan penyekapan, dan menjual korbannya. Tersangka SE (16) adalah seorang perempuan yang berperan membujuk, merayu, dan membantu memasarkan. Kemudian simpulan GP (23), merupakan seorang rani membantu memasarkan.

“Tersangka SDQ dibantu SE dan CP menawarkan jasa mengenai intim tersebut lewat aplikasi MiChat, ” ujar Burhanuddin.

Sedangkan, para tersangka yang saat ini masih diburu adalah AM, MTW, FR, RND, dan SRL. AM merupakan seorang laki-laki dengan berperan menjemput dan memasarkan target. MTW merupakan seorang perempuan dengan berperan membujuk, melakukan kekerasan, & memasarkan.

Sementara FR dan RND merupakan perempuan yang membantu memasarkan korban. Sedangkan SRL adalah seorang perempuan yang mengenalkan, membujuk, dan memasarkan.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 75 huruf I UU RI nomor 35, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan budak dan Pasal 88 UU RI nomor 35 tahun 2014 mengenai perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan bani, dengan ancaman kurungan pidana tangsi paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Kemudian, Pasal 293 KUHP yang berbunyi siapapun yang mata pencahariannya atau kebiasaannya, yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, diancam dengan pidana tangsi paling lama satu tahun 4 bulan atau denda paling penuh Rp15ribu.

Pasal 506 KUHP yang berbunyi barangsiapa jadi muncikari mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana menyesatkan lama satu tahun.

Pasal 333 ayat 1 KUHP, yang berbunyi barangsiapa dengan sengaja menahan atau merampas kemerdekaan karakter lain, dihukum selama-lamanya delapan tarikh. Pasal 55 KUHP, yang bersuara setiap orang turut serta melayani perbuatan yang dapat dihukum.