Menguak Rahasia Bebek Kepahiang Membuat Rindu Kampung Halaman

VIVA – Kurang sejengkal waktu lagi, seluruh pengikut Muslim Indonesia akan cepat menyongsong Bulan Suci Ramadan. Selain meunaikan kewajiban buat melaksanakan puasa Ramadan, tersedia tradisi warisan leluhur yang dari tahun ke tarikh yang tetap melekat dalam masyarakat. Ialah tradisi mudik.

Tradisi buat memuaskan kerinduan di perjalanan yang setiap waktunya tetap menghitung hari untuk kembali ke kampung halaman dan menikmati kuliner tradisional khas daerah lokal setempat dengan selalu terkenang dalam perasaan.

Sayangnya, dalam saat cengkeraman pandemi dengan masih berlangsung sekarang tersebut, sebagian besar masyarakat masih harus menunda luapan keinginannya untuk mudik.

Menyikapi kenyataan tersebut, Bebek Kepahiang (BKB) yang terkenal dengan menu utama Bebek Kepahiang yang mudah dikenali dari warna hitamnya yang khas, akan berbagi rahasia di pulih lezatnya Bebek Kepahiang dengan diperkaya berbagai rempah Nusantara, sehingga bisa mengobati kerinduan masyarakat “gagal mudiker” bakal santapan khas kampung halaman yang dirindukan.

Sebagai penambah pengetahuan, tak ada salahnya sekilas kita mengetahui tentang asal pokok nama bebek BKB ini. Kata “Kepahiang” diambil dari nama sebuah daerah pada Provinsi Bengkulu yang serupa merupakan nama sejenis buah, yaitu “Keluwak”, yang berpunya digunakan sebagai bumbu masa.