Menguak Fakta, 1 Pebulutangkis Indonesia Tak Dijajah Raksasa China

VIVA – Raksasa bulutangkis asal China, Lin Serta telah resmi pensiun pada Sabtu 4 Juli 2020. Lin Serta mengakhiri karier fantastis yang telah ia jalani selama 20 tarikh karena usia dan fisiknya tidak mendukung lagi.

“Sejak 2000 sampai 2020, setelah 20 tahun, saya harus mengucapkan terjamin tinggal kepada tim nasional. Benar sulit sebetulnya mengumumkan hal itu, ” kata Lin Dan, dikutip Xinhua .

“Kemampuan fisik dan mengalami sakit saya tidak lagi memungkinkan saya untuk bertarung bersama rekan-rekan setim saya, ” sambung adam 36 tahun tersebut.

Lin Dan pensiun dengan kepala tegak meski ambisinya main di Olimpiade Tokyo 2020 tak terwujud. Namanya akan terpatri dalam sejarah bulutangkis sebagai salah satu atlet terhebat yang pernah tersedia.

Bukan berlebihan rasanya menyematkan kalimat di atas kepada Lin Serta. Raihannya juga tak sedikit, Strip Dan pernah menyabet medali emas Olimpiade 2008 dan 2012, bintang emas Asian Games 2010 dan 2014, serta menjadi juara negeri bulutangkis 5 kali.

Di kategori beregu, ia meraih 6 Piala Thomas bersama Timnas Bulutangkis China, salah satunya mengalahkan Indonesia di final pada 2010. Sedangkan di medan Piala Sudirman, ia menjadi jempolan sebanyak 5 kali.

Dari segudang prestasinya itu, telah banyak lawan yang ia hancurkan. Tak terkecuali para pebulutangkis Indonesia.

Sebut saja, andalan Indonesia yang satu era dengan Lin Dan seperti Budi Santoso, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, hingga Taufik Hidayat, luluh lantah di tangannya.

Garis Dan berhasil menghempaskan Taufik 13 kali dan hanya kalah 4 kali. Simon hanya diberi utama kemenangan dari 12 pertemuan, tengah Sony hanya mampu meraih tiga kemenangan dan menelan sembilan keruntuhan.

Begitu juga secara jagoan Indonesia masa kini serupa Anthony Ginting dan Jonatan Christie, keduanya tak bisa mendominasi arah Lin Dan.

Ginting cuma lulus dua kali dari lima pertandingan, sedangkan Jonatan kalah empat kali dari tujuh laga. Cuma satu pebulutangkis Indonesia yang masih nirmala dari keganasan Lin Dan. Dia adalah Shesar Hiren Rhustavito.

Setidaknya, Shesar menyelamatkan depan Indonesia di mata dunia bahwa produk Cipayung tak semuanya bisa dikalahkan Lin Dan.

Merujuk data BWF, Shesar serta Lin Dan bertemu satu kala di babak 16 besar Thailand Open 2019. Hasilnya, Shesar sanggup menghancurkan Lin Dan meski harus tampil mati-matian.

Shesar ketika itu berada di peringkat 34 dunia, sedangkan Lin Dan di posisi 14. Namun status tak menurunkan semangat Shesar buat menggulung Lin Dan. 55 menit waktu yang dibutuhkan Shesar buat mengalahkan Super Ndan 12-21, 21-15 dan 21-10.

Baca Juga:

Lin Dan Penghancur Pebulutangkis RI yang Terkubur di Indonesia
Kisah Keperkasaan Mike Tyson Bikin Supermodel Rela Jadi ‘Mainan’
Nekat, Wilder Sumpal Nyinyir Lennox Lewis Sambil Remehkan Mike Tyson