Memeriksa 10 Mitos dan Fakta Sekitar Olahraga Selama Masa Pandemi COVID-19

VIVA –Ada banyak pernyataan yang beredar di masyarakat mengenai olahraga selama zaman pandemi COVID-19 ini. Sebagian umum meyakininya, sebagian juga menyangsikannya.

Lewat rilis yang diterima VIVA, berikut adalah penjelasan sebab dr Michael Triangto, SpKO, ahli kedokteran olahraga yang juga penasihat Slim & Health Sports Center Jakarta seputar rumor yang beredar tersebut.

Gerak di saat pandemi COVID-19 tenteram jika dilakukan di dalam sendi

Untuk mencegah penularan COVID-19, pemerintah menganjurkan agar sebaiknya berada di dalam sendi dan hal yang sama selalu pada saat berolahraga. American College of Sports Medicine (ACSM) menyarankan agar menghindari tempat umum serta jaga jarak yang sejalan secara anjuran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk tentu beraktivitas fisik di rumah supaya kita dapat menekan risiko penularan serendah mungkin.

Dengan demikian pernyataan lebih dari adalah: Fakta

Berolahraga dengan menggunakan masker bakal mengganggu kesehatan

Sebagaimana diketahui tubuh dapat terkena COVID-19 melalui cara inhalasi sehingga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan penggunaan kedok akan bertindak sebagai barrier antara udara luar dan hidung maupun mulut yang akan menyaring udara sampai dengan 90 persen dan sama sekali tidak menghentikan arus udara pernafasan.

Dengan demikian penggunaan masker tidak hendak mengganggu pernafasan termasuk juga masa berolahraga dengan intensitas ringan sampai dengan sedang karena disaat itu tubuh tidak membutuhkan udara pernafasan dalam jumlah banyak.

Kalaupun ada rasa tidak makmur tentunya dapat teratasi setelah penerapan secara teratur tubuh akan terbiasa dalam menggunakannya. Selain itu penerapan masker yang tepat dengan jalan yang benar adalah bentuk tanggungan sosial kita untuk tidak terkena dan menginfeksi orang lain dengan berdampak pada diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara yang kita cintai ini.

Dengan demikian pernyataan dalam atas adalah: Mitos

Mengikuti CFD aman karena kita berada di udara terkuak sehingga tidak memungkinkan tertular COVID-19

Udara terkuak di zona hijau memiliki resiko yang lebih kecil untuk terkena virus COVID-19 namun bila udara terbuka yang dimaksud adalah rancangan car free day dimana sempurna dengan masyarakat yang bergerombol tentunya kita akan sulit untuk menggembala jarak dan resiko akan bertambah jika masyarakat tidak mematuhi adat kesehatan sebagaimana yang telah ditentukan misalnya tidak menggunakan masker, yang jelas akan memudahkan untuk terkena COVID-19.

Dengan serupa itu pernyataan diatas adalah: Mitos

Olahraga ringan sampai dengan sedang dapat menghindarkan kita terkena COVID-19

Olahraga berintensitas ringan sampai dengan sedang tidak akan memaksakan tubuh kita untuk melakukan latihan yang berlebihan dan melampaui batas-batas keterampilan tubuh sehingga akan mampu meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh dari kemungkinan terinfeksi COVID-19

Dengan demikian penjelasan diatas adalah: Fakta

Berolahraga berat di gym akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan baik untuk mencegah COVID-19

Bila olahraga berintensitas ringan sampai dengan sedang akan dapat meningkatkan kesehatan kita, namun bilamana olahraga tersebut terus ditingkatkan intensitas latihannya sehingga menjadi berat malah bakal menurunkan intensitas tubuh sehingga hendak lebih memungkinkan untuk terinfeksi virus COVID-19.

Selain tersebut bilamana kebersihan peralatan yang dipakai bersama tidak dapat dijaga dengan baik maka hal tersebut serupa akan mempermudah penularan dari utama orang ke orang lain.

Dengan demikian pernyataan dalam atas adalah: Mitos

Minum air yang pas secara teratur saat berolahraga dapat membantu menghindari COVID-19

Pada saat berolahraga tentunya tubuh akan kehilangan cairan dan hal ini harus segera diatasi dengan melakukan minum air secara cukup dan teratur. Bilamana hal tersebut tidak dilakukan maka tentunya tubuh mengalami dehidrasi dan mau mengganggu kesehatan yang pada keputusannya memudahkan tubuh untuk menjadi kecil dan tak tertutup kemungkinan buat terinfeksi virus COVID-19.

Dengan demikian pernyataan diatas merupakan: Data

Baca Selalu: Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Indonesian Movie Actors Awards 2020

Setelah berolahraga dalam luar rumah sebaiknya segera makbul daberganti pakaian untuk menghindari penularan COVID-19

Pada saat kita berolahraga di wadah umum, meskipun kita menjalankan aturan kesehatan namun tetap saja hendak membuat diri kita berada dalam situasi yang tidak jelas. Kita tidak dapat meyakini muncul kita selama berolahraga di asing itu tidak terkontaminasi virus COVID-19, dan tentunya kita juga tidakberharap membawa pulang penyakit apapun ke dalam lingkungan keluarga kita pada rumah. Oleh sebab itu sangatlah beralasan jika sesampainya kita pada rumah maka kita wajib langsung membersihkan tubuh kita dengan makbul dan mengganti pakaian yang terang. Dengan senantiasa menjaga kebersihan diri, kita berharap untuk terhindar dibanding penularan COVID-19

Secara demikian pernyataan diatas adalah: Bukti

Berenang itu sama dengan mandi sehingga bagus untuk mencegah COVID-19

Bilamana mandi adalah lengah satu cara untuk menghindari muncul kita dari kemungkinan terinfeksi COVID-19 maka tidak jarang ada dengan berharap “mandi” di kolam renang dapat membersihkan diri yang dilakukan bersamaan dengan berolahraga. Bilamana berenang tersebut dilakukan di kolam renang pribadi dan dijamin tidak tersedia orang lain yang menggunakan bak tersebut yang terinfeksi COVID-19 maka resiko mengalami penularan menjadi sedikit. Namun bila hal tersebut dikerjakan di kolam renang umum dan terlebih lagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik oleh karena itu resiko terinfeksi menjadi besar.

Dengan demikian pernyataan lebih dari adalah: Mitos

Penggunaan kalung eucalyptus dapat menghindari penggunanya dari COVID-19

Minyak eucalyptus memiliki laba untuk mengurangi gejala-gejala influenza, indra tersumbat dan juga sebagai anti radang. COVID-19 juga memiliki gejala mirip dengan influenza, sumbatan media pernafasan berat yang tentunya sangat berbeda dari flu pada umumnya. Oleh sebab itu minyak eucalyptus mungkin dapat membantu meringankan fakta yang ada pada COVID-19 tetapi tidak untuk mencegah ataupun menyembuhkannya.

Dengan demikian penjelasan di atas adalah: Keyakinan

Bersepeda merupakan olahraga paling aman selama Pandemi COVID-19

Bersepeda adalah jenis olahraga yang ramah dunia, dapat meningkatkan kesehatan dan menolong mengatasi penyakit-penyakit seperti hipertensi, sakit melitus, kolesterol darah yang agung bahkan juga baik bagi dengan memiliki gangguan jantung yang telah terkontrol.

Jika disebutkan paling aman tentunya harus mengindahkan protokol kesehatan sebagai mana sudah ditentukan oleh PDSKO yaitu saat bersepeda keluar rumah harus di dalam keadaan sehat, bersepeda sendiri ataupun dengan keluarga serumah dan serupa memilih daerah yang dilewati dengan tergolong dalam zona hijau. Bila bersepeda tanpa menggunakan masker secara benar, dilakukan bersama dengan karakter yang tak dikenal, kelompok pesepeda tersebut berjumlah lebih dari lima orang dan tidak menjaga tenggang dari satu pesepeda dengan pesepeda lain sejauh 20 meter ataupun lebih maka resiko untuk terkena menjadi sangat besar. Bersepeda dalam berkelompok juga meningkatkan kemungkinan kita untuk mengayuh sepeda melampaui batas-batas kemampuan yang tentunya dapat mengusik kesehatan tubuh kita.

Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos