Masalah Corona, PSBB Tak Bisa Diterapkan di Semua Kalangan Masyarakat

VIVA – Kecendekiaan pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kurang provinsi untuk mengurangi persebaran COVID-19 tidak bisa sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang menggantungkan biaya hidup sehari-harinya pada penghasilan harian.

Laksana kisah Sarwono, seorang penjual contoh keliling yang sudah 20 tahun berjualan. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, dia juga harus membiayai pengobatan istrinya yang memiliki penyakit di dalam.

Lain lagi cerita, Nenek Uta yang tetap berniaga keset meski telah berusia senja. Di usia yang tidak bujang lagi dia harus menempuh penjelajahan enam kali naik angkot sebab Bogor untuk menjajakan dagangannya itu. Dan masih banyak lagi dongeng pedagang kecil lainnya yang tak bisa menerapkan kebijakan untuk langgeng berada di rumah.

Pandemi COVID-19 memang mengerikan tetapi tidak memungkinkan bagi mereka untuk tetap di vila, karena harus tetap mencari makan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sumbernya memang dari pendapatan harian. Memahami hal ini, Ichi Tan menggagas program #SatuHariSatuKebaikan.

“Di bulan Ramadhan ini, makin sejak diberlakukan PSBB banyak karakter belum memiliki kesempatan untuk mampu bekerja dari rumah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh terdekat ialah pedagang keliling. Karena itulah ana ingin membantu mereka agar mampu memenuhi imbauan pemerintah untuk di rumah aja untuk memutus sembrono rantai penyebaran COVID-19 dengan memberikan bekal hidup selama 2 s/d 4 minggu, ” ujar Duangkamon Ngarmsangiem, Marketing Director PT Ichi Tan Indonesia, melalui rilis yang diterima VIVA, Jumat 15 Mei 2020.

Ada 30 pedagang yang diberikan bantuan di dalam #SatuHariSatuKebaikan. Pihak Ichi Tan meminta dengan bantuan ini, para distributor bisa memiliki bekal hidup jadi bisa tetap #DirumahAja selama pandemi.

Tidak hanya sekadar berbagi, Ichi Tan berharap dengan langkah yang dikerjakan ini dapat mendukung program PSBB yang diterapkan pemerintah untuk menetapkan penyebaran virus COVID-19.