Kecelakaan Jika Suami Tidak Memiliki Kelakuan Dayyuts pada Istri

VIVA – Salah satu sumber kebahagiaan dalam berumah tangga adalah memiliki pasangan hidup yang saleh. Dengan kesalehannya Allah berkenan menyampaikan sentuhan-sentuhan keberkahan yang jauh melewati dugaan kita. Oleh karena tersebut, di dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami harus menegakkan sistem kepada istrinya agar berpegang secara adab-adab yang diajarkan dalam Islam.

Istri dilarang ber-tabarruj, ikhtilat (campur baur laki-laki & perempuan), dan keluar rumah memasang wangi-wangian atau parfum. Sebab, seluruh itu akan menjatuhkannya ke di dalam fitnah. Adanya rasa cemburu adalah bumbu dalam suatu rumah tangga. Pasangan suami-istri yang tidak mempunyai rasa cemburu sama sekali akan membuat hubungan keduanya terasa dingin.

Dalam ajaran Islam, bingit dipandang sebagai sesuatu yang istimewa. Sebuah riwayat dari ‘Amar bin Yasir menegaskan pentingnya keberadaan rasa cemburu dari seorang istri. Makin, mereka yang tidak memiliki mengecap cemburu sama sekali terhadap apa pun yang berlaku atas suaminya diancam tak akan masuk surga. Sebaliknya, seorang suami pun harus memiliki rasa cemburu kepada istrinya.

Dengan perasaan cemburu ini, suami mengelola kehormatan istrinya. Dia tidak mendiamkan istrinya bercampur baur dengan adam, ngobrol dan bercanda dengan serampangan laki-laki. Ia tidak membiarkan istrinya ke pasar sendirian atau hanya berduaan dengan sopir pribadinya. Lupa satu tipe suami yang tercela di hadapan Rasulullah adalah itu yang tidak peduli dengan pedusi dan anak-anak mereka.

Lelaki yang tidak punya mengalami cemburu. Dalam sejumlah hadis, Rasul menyebut para lelaki itu jadi dayyuts. Apa itu dayyuts? Dayyuts dalam pengertian Islam yakni suami sudah tidak punya rasa cemburu lagi, baik terhadap istrinya ataupun keluarganya. Sifat suami semacam tersebut adalah suami yang tercela sama dengan disebutkan dalam hadis yaitu perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma secara sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, pada mana beliau bersabda: “Ada 3 orang yang Allah haramkan menyelap surga yaitu: pecandu khamar, karakter yang durhaka pada orang primitif, dan orang yang tidak mempunyai sifat cemburu yang menyetujui kasus keji pada keluarganya. ” (HR. Ahmad 2: 69).

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal di kajiannya menyebutkan ad dayyuts, selain tidak ada lagi rasa cemburu juga tidak punya rasa aib. Perlu diketahui tidak punya rasa cemburu dari suami maksudnya ialah membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan.

Baca Selengkapnya…