Jenderal TNI Mulyono: Preman Bikin Resah Rakyat, Habisi Buang ke Got!

VIVA – Aksi beringas tujuh orang preman mengeroyok seorang anggota Korps Brimob Polri serta satu orang prajurit TNI di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Minggu 18 April 2021, jadi petunjuk bahwa premanisme masih melaksanakan resah masyarakat.

VIVA Militer melaporkan di berita Senin 19 April 2021, akibat pengeroyokan sebab sejumlah preman, seorang bagian Brimob bernama Bharatu Yohanes tewas dengan sejumlah luka tusuk. Sementara itu, seorang prajurit TNI yang kabarnya adalah anggota pasukan elite mengalami luka-luka.

Sebagai garda terdepan pelindung rakyat Indonesia, anggota Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Korps Brimob Polri) dan prajurit Tentara Nasional Indonesia itu telah menunjukkan dedikasinya.

Terkait masalah ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ke-31, Jenderal TNI (Purn. ) Mulyono, pernah memberikan arahan pada sejumlah prajurit di Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Waroagi, di dalam kunjungannya pada 2017 silam.

Ditegaskan Mulyono, seorang prajurit harus menguasai kemahiran bela diri. Dengan daya bela diri, prajurit TNI harus bisa menghadapi risiko seorang diri. Seorang prajurit menurutnya, tidak boleh melayani pengroyokan karena itu ialah sifat seorang pengecut.