Genting, Iran dan Turki Bisa Konflik di Nagorno-Karabakh

VIVA – Tuduhan pada Turki yang diduga memobilisasi sebesar tentara bayaran dari Suriah & Libya kembali datang. Kali ini, tuduhan itu dinyatakan oleh Iran, yang notabene adalah salah kepala negara yang memiliki hubungan sangat baik dengan Turki. Tudingan Iran tak lepas dari peran Turki dalam Perang Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh (Artsakh).

Dalam informasi VIVA Militer, Rabu 26 Agustus 2020, Iran, Turki, dan Rusia mencapai kesepakatan membentuk sebuah koalisi dalam pertemuan sidang reguler Persen Penyusunan Komite Konstitusi, di Jenewa, Swiss, 24 Agustus 2020 awut-awutan. Iran, Turki, dan Rusia, memiliki sikap yang sama dalam menyikapi konflik di Suriah, Libya, dan Palestina.

Belum dua kamar koalisi itu terbentuk, kini hubungan Iran dan Turki terancam memburuk. Pasalnya, keterlibatan Turki dalam Perang Armenia-Azerbaijan mendapat kritik keras dari Iran.

Sikap Iran ini jelas terlihat dalam pemberitahuan Presiden Hassan Rouhani yang dialamatkan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Rouhani menyoroti kemungkinan Perang Armenia-Azerbaijan semakin membesar, akibat adanya intervensi Turki.

“Kemungkinan intervensi beberapa negara pihak ketiga dalam permusuhan ini, akan memperluas dan memperpanjang krisis. Dan, kami tidak melihatnya untuk kepentingan negara-negara di daerah ini, ” ujar Rouhani dikutip VIVA Militer dari Armen Press .

Rouhani juga menyoroti kehadiran prajurit bayaran yang diyakini dimobilisasi oleh Turki. Kedatangan pasukan dari Suriah dan Libya yang diyakini adalah anggota kelompok teroris, diyakini Rouhani bakal mengancam keamanan dan bahkan nyawa warga sipil.

“Jika konflik ini terus bersambung, situasi di kawasan akan menjelma lebih rumit dan akan menjadikan kerugian finansial yang lebih besar. Dan tentunya, akan menyebabkan banyak orang tewas, ” kata Rouhani.

Pernyataan Rouhani sebenarnya adalah ekspresi kekhawatiran Iran, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Azerbaijan. Iran takut Perang Armenia-Azerbaijan semakin meluas dan mengancam kedaulatannya.

Beberapa waktu lalu, sebanyak insiden terjadi di perbatasan Iran dan melibatkan militer Azerbaijan. Dalam berita VIVA Militer, Senin 5 Oktober 2020, Angkatan Bersenjata Iran (Artesh) mengerahkan 200 unit tank ke wilayah perbatasan Azerbaijan.

Sebelum itu, sebuah helikopter tempur militer Azerbaijan juga dikabarkan telah ditembak jatuh pasukan Iran, di dekat wilayah perbatasan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Turki terkait pernyataan Rouhani.

Baca juga: Taktik Licik Armenia Adu Domba Turki-Azerbaijan dengan Rusia