Eep: Bebaskan Jerinx

VIVA – Pengamat politik yang juga CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fattah secara blak-blakan mendukung drummer grup band SID, I Gadang Ary Astiana alias Jerinx di dalam kebebasan berpendapat. Dia bahkan meminta agar Jerinx dibebaskan.

“#bebaskanjrxsid #sayabersamajrx, ” tulis Eep akun Instagramnya @eepsfatah yang dikutip VIVA .

Dukungannya itu dia tunjukan dengan memakai masker bertuliskan bebaskan JRX pada saat menjadi kartika tamu di program Indonesia Lawyers Club, tvOne pada 18 Agustus 2020. Saat memakai masker dukungan ke Jerinx ternyata ada perihal unik. Huruf R pada introduksi JRX jatuh lantaran tidak dipasang dengan baik.

Baca juga: Kisruh Survei Pilkada Makassar, Eep Saefulloh Dilaporkan ke Polisi

Menurut penuturan Eep, tulisan khusus di masker itu memang tempelan. “ Saya sendiri yang memproduksi huruf-hurufnya dari kain bekas kekacauan dalam. Saya lapisi bagian belakangnya dengan double tape alias selotape bolak-balik. Saya mengerjakannya sendiri kira-kira saat sebelum berangkat ke ILC, ” ucap Eep.

Ditambahkan dia, saat tersebut tidak ada Waktu yang lulus untuk menguatkannya dengan jahitan. Oleh karena itu terjadilah insiden itu. Masker tersebut sangat tipis.

“Saya gunakan memang hanya untuk display pesan dengan ingin saya sampaikan. Hanya aku pakai saat berbicara. Rupanya, hembusan angin dari mulut saat kami bicara membuat huruf “R” rupanya terkelupas dan jatuh. Begitulah cerita yang amat sangat tidak penting yang ingin saya bagikan, ” jelas dia.

Di samping itu, makna dari dukungan terhadap Jerinx merupakan sebagai warga negara kita selayaknya jadi para penjaga Konstitusi yang antara lain menjamin kebebasan berbahasa.

“Kita tetap memperjuangkan kebebasan berbicara sebagai hak konstitusional kita, ” kata Eep.

Semacam diketahui, Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Otong Hendra Rahayu menjelaskan dakwaan yuntuk Jerinx. Tersangka Jerinx, kata JPU telah mem-posting gambar atau tulisan yang menimbulkan menikmati kebencian atau permusuhan yaitu IDI di wilayah Bali, Denpasar.

Menurut nya, perbuatan tersebut tersangka lakukan dengan cara mem-posting ke akun Instagram pada 13 Juni 2020. Isi unggahan itu ‘Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan dites COVID-19. Sudah ada bukti kalau hasil tes sering ngawur kok dipaksakan’.

“Kalau hasilnya bikin stres dan menyebabkan kematian pada bayi atau ibunya, siapa yang akan bertanggung jawab. Kemudian, bubarkan IDI, saya tidak bakal berhenti menyerang kalian. Setelah tersebut, IDI melaporkan pemilik akun ke Polda Bali, ” kata Hendra dikutip dari akun YouTube milik PN Denpasar.

Hendra menyebut terdakwa Jerinx dengan sengaja membuat posting-an pada media Instagram, karena mengetahui unggahannya akan mendapatkan perhatian masyarakat banyak dan menjelma ramai hingga memperoleh beragam anggapan.

“Karena terdakwa adalah seorang public figure yang mempunyai fans cukup banyak tersebar di Indonesia, dan mancanegara, ” ujarnya.

Akibat perbuatan terdakwa, kata Hendra, IDI merasa betul terhina dan dibenci oleh beberapa masyarakat Indonesia dan dirugikan tertib materiil maupun immateriil atas posting-an Jerinx yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.

“Perbuatan terdakwa Jerinx sama dengan diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Urusan 64 Ayat (1) KUHP, ” kata dia.