Djoko Tjandra Masih Berstatus Saksi, Penjaga Dalami Pidana Korupsinya

VIVA – Kepala Divisi Ikatan Masyarakat Polri Irjen Pol Argo Yuwono memastikan penyidik terus mengusut kasus dugaan suap perjalanan Djoko Tjandra. Kasus itu akan berjalan seiring pengusutan kasus dugaan pemalsuan surat perjalanan Djoko Tjandra.

“Klarifikasi terkait tipikor-nya (tindak pidana korupsi) juga masih ustaz, ” kata Argo dalam perhimpunan diskusi Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa malam, 4 Agustus 2020.

Bila ditemukan bukti-bukti yang cukup, katanya, penyidik bakal meningkatkan status perkara itu mengikuti menetapkan tersangkanya. Namun, penyidik sedang berfokus penyelidikan saat ini. “Kami sudah melakukan pemeriksaan. Kami telah minta keterangan, ” kata Argo.

Baca: Polri Klaim Penangkapan Djoko Tjandra Tak Semudah Publik Khayalkan

Dalam urusan pemalsuan surat perjalanan dan terkaan suap fasilitas perjalanan, Djoko Tjandra masih berstatus saksi. Sementara di kasus pemalsuan surat, Bareskrim Polri menetapkan Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra, sebagai tersangka.

Anita dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 223 KUHP. Anita juga telah lebih dahulu dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Selain itu, Bareskrim Polri juga menetapkan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sebagai tersangka di kasus pembuatan surat jalan buat Djoko Tjandra.

Prasetijo dijerat dengan Pasal 263 bagian (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) pertama E KUHP dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan ataupun Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP. (ase)